Yang paling lantang ngomongin orang miskin itu hanya dagelan, sambil maki-maki kapitalis blubub… blubub… blubub… Persiden blubub… blubub… blubub… Penjahat HAM blubub… blubub… blubub… tapi hidupnya nyaman…

Tempatnya? di lounge hotel mewah dengan jas jutaan rupiah, dia memang miskin, minimal nongkrong di Starbuck, kadang ditemani wine dan cerutu seharga UMR

Ketika di WA: “Pak bantulah ada kawan kita lagi sakit ini” atau “Pak bantulah saya belum belikan anak saya baju lebaran” dia bilangnya

“Maaf banget lagi banyak bantu orang”; beberapa hari kemudian, dia upload mudik ceria dan belanja lebaran bersama keluarga.

Itulah sebabnya negeri ini terus saja bicarakan orang miskin agar ada “dana diskusi”, orang miskin dapat Tol baru, terminal baru aja malah nyinyirin, diserang untuk dijual, niatnya cuma menumbangkan orang yang LEBIH CERDAS DAN MERAKYAT MEMBANGUN BANGSA ini, tujuannya untuk rebut kuasa.

Tahun politik, semua berlomba bicara rakyat, tapi ditanya kerjanya buat rakyat, cuman ada foto dan postingan sosmed, padahal rakyat di daerahnya tak kenal dia.

Jangan bicara rakyat kawan, kaupun sudah lama tak jadi rakyat bukan? Kalau rakyat tak kenal diskusi, tak mampu menginjakkan kaki di mall, hari-harinya adalah: KERJA! KERJA! KERJA!

Jangan ganggu presiden kami, kami cuma punya dia, kalian semua yang berkoar itu sudah dimenara itu, sedikitnya pernah disana dan kami biayayai untuk mengurus kami, tapi sudah nyata tak mampu, sekarang ada yang mampu, kenapa kalian ganggu lagi kebahagiaan kami? Rakyat tak butuh ocehanmu, rakyat butuh yang sekarang dipersembahkan presiden yang kalian hina itu.

Selamat lebaran rakyat!
Tetaplah bersama Presiden rakyat ini!
Dia tak cuma bicara, dia kerja!
Jangan mau diajak jadi bangsa kufur tak tahu bersyukur!

#Jkw2P
#Jkw2Periode
#Jokowi2Periode
#Jokowi
#JokoWidodo
#JokowiSekaliLagi
#TetapJokowi
#TerimakasihJokowi

Salam;
Donny Suryono PSH

Tanggapan Anda:

Leave a Reply

Your email address will not be published.