Setahun Berdamai Kembali Dengan #Ahok

Hari ini tepat setahun lalu saya menyatakan diri sebagai Teman Ahok, kemudian terprovokasi untuk protes marah-marah kepada #AhokDjarot oleh karena penggusuran PKL binaan Kota Tua yang memang menyalahi MOU dengan Pemprov, dan akhirnya legowo berdamai dengan si gubernur heroik itu hingga akhirnya ditugasi oleh PDI Perjuangan untuk teguh mengawal pencalonannya kembali memimpin kota yang tengah diincar oleh ISIS dan Koruptor serta barisan gagal Pilpres 2014 itu.

Terimakasih untuk Ade Tia Raphi sang juru damai, ceritanya begini, waktu itu (08/08/2016) Mbak. Ade Tia Raphi mudik dari Prancis, sejak 1998 ia tak pulang, ia pulang bersama suami tercintanya yang merupakan warga negara Prancis dan kedua anaknya yang manis-manis.

Sejak Jakarta Baru Jokowi-Ahok 2012, mbak Ade ini pendukung fanatik Pak Jokowi dan Pak Ahok.

Setahun Berdamai Kembali Dengan #Ahok

Pagi dihari kesekiannya di Tanah Air, mbak Ade mengontak saya untuk bisa bertemu Pak Ahok, hanya ingin foto bareng dan jabat tangan katanya, yah rezeki pertama datang, saya hubungin Pak Ahok lewat WA pribadinya, seperti biasa sejak dulu, selalu direspon dengan sangat baik, maklum dulu saya dan Pak Ahok pernah debad keras di DPR RI saat membahas pembelaan atas para korban penggusuran Cina Benteng Tanggerang, lalu beberapa kali bersama Wahida Jejak memperkenalkannya kepada Komunitas Miskin Kota saat pencalonan independennya sebelum bersama Pak Jokowi, saat mengawal rekan-rekan Koperasi Penawaskata (PKL Kawasan Kota Tua Jakarta binaan Pak Jokowi), dan terakhir saat saya wara-wiri di Teman Ahok diperawalan berdirinya (Saat Masih Asyik), dan ia juga sering lihat saya waktu saya masih melayani salah satu Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, setiap kali acara resmi Provinsi atau saat-saat Rapat Paripurna.

Ajaibnya, kalau anda lihat foto saya diatas, saya tanpa sadar membuat salam 2 jari seolah sudah tahu #AhokDjarot akan memiliki nomor urut pemilihan 2, mungkin inilah tanda-tanda, sebenarnya sih memang simbol saya sejak 2014 berkomitmen menjadi pendukung Joko Widodo hehehe...

Memang kita kerap terlalu sibuk dengan dunia sehingga kerap tak sadar bahwa pada setiap kejadian adalah tanda-tanda tuntunan dari Tuhan untuk petunjuk kita melangkah kedepan. Allahu Alam.

Pilihan ini Teguh, seteguh #BaDja membangun Jakarta, semua melalui Istikharah berulang kali, karena hanya Allah SWT lah pemberi petunjuk paling benar tanpa harus terprovokasi oleh para agamawan calo jabatan itu.

Tidak perlu lagi berusaha mempengaruhi saya untuk beralih dukungan, karena saya tahu benar dalam 2 tahun belakangan ini bagaimana duet maut punggawa Jakarta ini bekerja, saat masih di DPRD DKI Jakarta dulu, bahkan kami kerap kehabisan kata untuk menjalankan fungsi kontrol atau mengkritisi kinerja keduanya, karena memang hanya bisa dipuji.

Terimakasih untuk ratusan kawan komunitas miskin kota maupun pegiat kemanusiaan yang dulu bersama saya menentang #BasukiDjarot dan akhirnya kita kembali kepada kewarasan serta terdepan menjadi tim yang solid menyadarkan masyarakat yang diadu domba, bahwa #PerjuanganBelumSelesai dan #JakartaButuhBasukiDjarot

Yuk jadi jiwa yang waras, merdeka, anti korupsi dan Pancasilais yaaa,,,

SELAMATKAN INDONESIA DARI ISIS DAN KORUPSI!!!